POSISI PENGELASAN

fillet_weld

 

Sambungan F (Fillet)

Simbol Huruf G
Simbol huruf G berasal dari kata Groove, yang jika di bahasa indonesiakan artinya alur. dalam posisi G, 2 material logam yang akan disambung diletakkan dalam posisi sejajar dan diberi jarak kerenggangan satu dan yang lainnya semacam alur atau selokan yang biasa diistilahkan dengan kampuh las. Jadi jika kita biasa mendengar istilah kampuh las atau bevel maka pasti posisi yang akan dilakukan dalam pengelasan menggunakan simbol huruf G

Sambungan G (Groove)

Pengelasan (tipe F atau G) dapat dilakukan pada jenis sambungan yang berbeda-beda, berikut ilustrasinya

a

 

Simbol Angka 1,2,3….dst

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa simbol angka 1,2,3… dstnya didepan huruf F dan G mewakili bagai mana posisi material yang akan dilas diletakkan.

1 = Posisi material yang akan disambung diletakkan secara flat di bawah operator

2= Posisi material yang akan disambung diletakkan secara horisontal  di depan operator

3= Posisi material yang akan disambung diletakkan secara vertikal  di depan operator

4= Posisi material yang akan disambung diletakkan secara flat  di atas operator (Overhead)

5, 6 = Biasanya hanya dipakai pada pengelasan pipa

Setelah membaca penjelasan diatas, berikut ilustrasi gambar posisi pengelasan F dan G

 

  1. Untuk Material Plat

a

 

2. Untuk Material Pipa

b

 

 

Be A Writer/Day 22

Advertisements

Jenis Jenis Sambungan Pengelasan Dan Macam Macam Kampuh Las

Jenis Sambungan Pengelasan adalah tipe sambungan material atau plat yang digunakan untuk proses pengelasan. Jenis sambungan las mempunyai beberapa macam yang menjadi jenis sambungan utama yaitu Butt Joint, Fillet (T) Joint, Corner Joint, Lap Joint dan Edge Joint.

Macam Macam Sambungan Las:

  1. Butt Joint
  2. Fillet (T) Joint
  3. Corner Joint
  4. Lap Joint
  5. Edge Joint

Jenis-Sambungan-Las-700x436

Butt Joint
Sambungan butt joint adalah jenis sambungan tumpul, dalam aplikasinya jenis sambungan ini terdapat berbagai macam jenis kampuh atau groove yaitu V groove (kampuh V), single bevel, J groove, U Groove, Square Groove untuk melihat macam macam kampuh las lebih detail silahkan lihat gambar berikut ini.

Macam-macam-kampuh-las-700x386

T (Fillet) Joint
T Joint adalah jenis sambungan yang berbentuk seperti huruf T, tipe sambungan ini banyak diaplikasikan untuk pembutan kontruksi atap, konveyor dan jenis konstruksi lainnya. Untuk tipe groove juga terkadang digunakan untuk sambungan fillet adalah double bevel, namun hal tersebut sangat jarang kecuali pelat atau materialnya sangat tebal. Berikut ini gambar sambungan T pada pengelasan.

Sambungan-Fillet-700x450

Corner Joint
Corner Joint mempunyai desain sambungan yang hampir sama dengan T Joint, namun yang membedakannya adalah letak dari materialnya. Pada sambungan ini materialnya yang disambung adalah bagian ujung dengan ujung. Ada dua jenis corner joint, yaitu close dan open. Untuk detailnya silahkan lihat pada gambar di bawah ini.

Sambungan-Las-Corner

Lap Joint
Tipe sambungan las yang sering digunakan untuk pengelasan spot atau seam. Karena materialnya ini ditumpuk atau disusun sehingga sering digunakan untuk aplikasi pada bagian body kereta dan cenderung untuk plat plat tipis. Jika menggunakan proses las SMAW, GMAW atau FCAW pengelasannya sama dengan sambungan fillet.

lap joint

 

Edge Joint

Edge joint merupakan sambungan di mana kedua benda kerja sejajar satu sama lain dengan catatan salah satu ujung dari kedua benda kerja tersebut berada pada tingkat yang sama.

Sambungan-Edge

Gambar Sambungan Edge

 

Be A Writer/Day 21

Ilmu Bahan

Bahan atau material merupakan kebutuhan bagi manusia mulai zaman dahulu
sampai sekarang. Kehidupan manusia selalu berhubungan dengan kebutuhan bahan seperti pada transportasi, rumah, pakaian, komunikasi, rekreasi, produk makanan dan sebagainya.

Perkembangan peradaban manusia juga bisa diukur dari kemampuannya
memproduksi dan mengolah bahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (jaman batu,
perunggu dsb). Pada tahap awal manusia hanya mampu mengolah bahan apa adanya
seperti yang tersedia dialam misalnya : batu, kayu, kulit, tanah dan sebagainya. Dengan
perkembangan peradaban manusia bahan-bahan alam tersebut bisa diolah sehingga bisa menghasilkan kualitas bahan yang lebih tinggi.

Pada 50 tahun terakhir para saintis menemukan hubungan sifat-sifat bahan dengan
elemen struktur bahan. Sehingga bisa diciptakan puluhan ribu jenis bahan yang mempunyai sifat-sifat yang berbeda.
2. Ilmu dan Rekayasa Material
• Material science (Ilmu Material): disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara
struktur material dengan sifat–sifat material.
• Material engineering (Rekayasa Material) : dengan dasar hubungan struktur dan sifat
bahan, mendisain struktur bahan untuk mendapatkan sifat–sifat yang diinginkan.
• Struktur bahan : pengaturan/susunan elemen–elemen di dalam bahan.
Tinjauan struktur bahan dibedakan atas :
Struktur subatonik : ditinjau dari susunan elektron dengan inti
Level atom : ditinjau dari pengaturan atom atau molekul satu sama lain
Mikroskopik : ditinjau dari kumpulan group–group atom
Makroskopik : ditinjau dari struktur yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Sifat bahan : dilihat dari kemampuan bahan menerima perlakuan dari luar.

Sifat–sifat bahan padat bisa di kelompokkan atas 6 kategori :
– sifat mekanik
– sifat listrik
– sifat termal / panas
– sifat magnet
– sifat optik
– sifat deterioratif (penurunan kualitas).

Mengapa belajar tentang bahan ?
Beberapa alasan mengapa belajar tentang bahan :
Banyak masalah bahan yang ditemui oleh kalangan teknik di lapangan
Contoh : masalah transmisi roda gigi.
Untuk bisa memilih bahan sesuai dengan spesifikasi aplikasi.

3. Klasifikasi Bahan Teknik

klasifikasi bahan teknik

Gambar 1. Klasifikasi Bahan Dalam Industri

Bahan bisa diklasifikasikan sebagai berikut :
– Logam : konduktor yang baik, tidak transparan.
– Keramik : campuran / senyawa logam + non logam.

– Polimer : adalah senyawa karbon dengan rantai molekul panjang, termasuk
bahan plastik dan karet.
– Komposit : adalah campuran lebih dari satu bahan. (misal: keramik dengan
polimer)
– Semi konduktor : adalah bahan-bahan yang mempunyai sifat setengah
menghantar. elektronik : IC, transistor
– Biomaterial : bahan yang digunakan pada komponen-komponen yang
dimasukkan ketubuh manusia untuk menggantikan bagian tubuh
yang sakit atau rusak.

a. Logam
Logam besi (ferrous): logam dan paduan yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur
utama; Contoh : besi, baja
Logam non-besi (non-ferrous): logam yang mengandung sedikit atau sama sekali tanpa
kadar besi. Contoh : Al, Cu, Zn, Ni, dan lain-lain.
Logam terutama logam ferrous merupakan bahan yang paling banyak dipakai dalam dunia teknik mesin, karena pada umumnya kuat, ulet, dan mudah dibuat dalam berbagai bentuk praktis

b. Keramik
Keramik adalah bahan yang terbentuk dari hasil senyawa (compound) antara satu
atau lebih unsur-unsur logam (termasuk Si dan Ge) dengan satu atau lebih unsur-unsur
anorganik bukan logam;
Contoh keramik : silikon oksida, aluminium oksida, kalsiumoksida, magnesium oksida,
kalium oksida dan natrium oksida.

c. Polimer
Polimer merupakan bahan yang memiliki berat molekul > 10.000 , tersusun dari
monomer yang saling berikatan kovalen.
Contoh polimer : polietilen, polipropilen, polivinilklorid dan lain-lain.
Polimer yang dapat dibentuk kembali dengan pemanasan disebut termoplastik, sedangkan yang tidak dapat dibentuk kembali disebut termoset.

d. Komposit

Komposit merupakan campuran bahan yang tersusun dari dua/lebih bahan dasar
dalam skala makroskopis yang sifatnya sangat berbeda dengan sifat masing-masing bahan pembentuknya, contohnya : fiberglass, tripleks, semen-pasir, dan lain-lain.
Bahan komposit alam contohnya : kayu, terdiri dari serat selulose yang berada dalam
matriks lignin.

 

Be A Writer/Day 20

Simbol Pengelasan

Standard ISO dan AWS

Secara sederhana, simbol pengelasan itu terdiri dari garis panah (arrow line), garis referensi (reference line) dan simbol pengelasan. Ada dua jenis standard untuk simbol pengelasan, yaitu ISO dan AWS (American Welding Society). Standard ISO banyak digunakan pada sebagian besar negara-negara kecuali Amerika dan Kanada, mereka biasanya menggunakan standard AWS.

Perbedaan antara ISO dan AWS adalah pada ISO terdapat garis identifikasi (garis putus-putus yang terletak di atas atau di bawah reference line). Garis ini untuk menentukan letak dari pengelasan. sedangkan AWS tidak menggunakan simbol tersebut.

Contoh perbedaan antara ISO dan AWS:

pada simbol AWS, jika simbol diletakan pada bagian bawah dari reference line, maka letak kampuh las berapa pada titik yang ditunjukan pada panah. Tetapi jika simbol berada diatas reference line itu berarti letak kampuh las berada disebelah/seberang dari titik yang ditunjukan oleh panah.

Sedangkan untuk ISO menggunakan ISO 2553:1992. Pada standard ini menggunakan identification line (garis putus-putus yang terletak diatas atau dibawah reference line). Garis putus-putus tersebut menandakan sisi seberang dari titik yang ditunjukan panah. Jadi, apabila simbol las menempel pada bagian reference line, maka letak kampuh las terletak pada titik yang ditunjukan oleh panah. Sedangkan jika simbol menempel pada identification line, maka letak kampuh las ada pada daerah seberang dari titik yang ditunjukan oleh panah.

Detail Symbol

Seperti yang sudah dijelaskan  sebelumnya, bahwa terdapat dua standard untuk pengelasan, yaitu : ISO dan AWS. perbedaan antar keduanya hanya terletak pada identification line (garis putus-putus yang terletak di atas atau di bawah reference line) yang digunakan pada standard ISO. secara umum simbol pengelasan terdiri dari :

 

Weld Symbol
Weld symbol merupakan simbol-simbol yang digunakan untuk menjelaskan jenis/bentuk las yang seperti apa yang digunakan. Berikut adalah jenis-jenis las dan simbolnya.

simbol-simbol tersebut menunjukan bentuk dari pengelasan.

Contour Symbol
Countur Symbol merupakan simbol tambahan yang menjelaskan tentang bentuk/kontur dari kampuh las. Terdapat tiga jenis simbol, yaitu Flat (rata), Convex (cembung), Concave (cekung).

Contour symbol diletakan diatas dari weld symbol. Contoh :

Bahkan terkadang dituliskan sebuah huruf yang menandakan jenis proses yang digunakan untuk melakukan finishing sehingga terbentuk kontur kampuh las yang diinginkan.

All Around Symbol.
All Around Symbol, menyatakan bahwa pengelasan dilakukan mengelilingi dari titik yang ditunjukan pada arah panah. Simbolnya berbentuk linkaran pada ujung reference line dan arrow line.

simbool ini diberikan jika memungkinkan untuk melakukan pengelasan sekeliling. contoh :

jika jika lihat simbol las hanya menunjukan pada satu sisi dari kolom yang dilas tetapi karen ada tanda mengelilingi artinya semua sisi dari kolom tersebut akan dilas.

 

Field Weld Symbol
Simbol ini menunjukan bahwa pengelasan dilakukan pada lokasi yang berbeda dengan pengerjaan part lainnya. Contoh, pengelasan dilakukan pada saat pemasangan di site bukan di workshop/bengkel.simbole dari field weld ini berbentuk bendera segitiga diujung reference line dan arrow line, diata all around weld symbol (jika ada). Arah benderanya selalu kearah atas.


Welding Process Code
Kode proses pengelasan dituliskan pada ujung akhir dari reference line. Kode tersebut sesuai dengan standard kode pengelasan ISO 4063:1998.

Simbol Ukuran Pengelasan (Fillet Weld)

Seorang welder harus memiliki kemampuan dasar dalam membaca simbol dan ukuran-ukuran yang tertera di dalam simbol pengelasan.

Fillet Welds
Fillet Welds mungkin merupakan jenis pengelasan yang sering ditemui. Ada dua jenis pengukuran kampuh las pada fillet welds, yaitu melalui leg (kaki) atau throat (tenggorokan). Pengukuran pertama adalah menggunakan ukuran leg (kaki), dimana pengukuran dilakukan secara vertikal dan horizontal dari besarnya kampuh las.

jika ukuran horizontal dan vertikal sama, maka dimensi besarnya kampuh las hanya dituliskan 1 (satu) kali saja, seperti pada gambar diatas. Tetapi jika besarnya ukuran horizontal dan vertikal berbeda, maka kedua dimensi tersebut harus dituliskan. posisi dimensi adalah sebelum simbol pengelasan.

sedangkan untuk ukuran panjang, jika tidak dicantumkan maka pengelasan dilakukan sepanjang sisi yang ditunjukan oleh panah pada simbol pengelasan. Tetapi jika ada panjang khusus, maka harus dituliskan setelah simbol pengelasan.

jika pelat tersebut tidak ada dimensi tambahan, maka panjang pengelasan dilakukan antara kedua titik ujung dari sisi yang ditunjukan oleh simbol. Seperti pada gambar diatas karena tidak ada keterangan dimensi lain pada part, maka pengelasan dilakukan sepanjang 6 inchi (ukuran tergantung dia menggunakan mm atau inchi) di antara kedua titik ujung pada sisi yang ditunjukan oleh panah. Tetapi jika ada dimensi tambahan pada part, maka pengelasan harus dimulai atau diakhiri pada dimensi tersebut. Pada gambar diatas, terdapat dimensi tambahan 6″, maka pengelasan dimulai setelah ada  jeda/offset 6 ”  yang kemudian dilanjutkan dengan fillet weld dengan besar kampuh las 1/4″ dengan panjang 12″.

Pengukuran kedua untuk besarnya kampuh las adalah menggunakan lebar dari throat kampuh las. pengukurannya adalah pada titik pertemuan kedua pelat dan bidang miring dari kampuh las (throat).

untuk penulisannya juga sama seperti pada pengukuran menggunakan leg yang memiliki ukuran horizontal dan vertikal sama. dalam hal ini ukuran throat dituliskan pada posisi sebelum simbol pengelasan.

bagaimana jika kedua sisi diberikan pengelasan ? untuk pengelasan kedua sisi maka diatas dan dibawah reference line harus diberikan simbol. serta sebelum simbol harus diberikan ukuran berapa besar kampuh las.

jika ukuran kampuh las berbeda antar sisinya, maka ukuran setiap sisi juga tetap dituliskan sesuai dengan ukuran. Tetapi harus diingat bahwa sesuai standard AWS, ukuran dan simbol yang terletak di bawah reference line menunjukan kampuh las yang ditunjukan oleh panah. Sedangkan ukuran dan diatas garis reference menunjukan untuk sisi lainnya. (dibaliknya). Sedangkan untuk standard ISO itu tergantung pada identification line. Garis identification (garis putus-putus) bisa diata atau dibawah reference line. simbol yang menempel pada reference line menunjukan data untuk kampuh las yang ditunjuk oleh panah. Sedangkan simbol dan ukuran yang menempel pada identification line (garis putus-putus) itu menunjukan kampuh las disisi lainnya (dibaliknya).

contoh jika ukurannya kampuh las berbeda :

Tetapi  untuk pemberian ukuran pengelasan menurut Standard ISO dan BS, harus mencantumkan notasi berikut :

Standard ISO 2553/EN 22553

a = design throat thickness
z = leg length
s = penetration throat thickness

Standard BS499 Pt 2

a = design throat thickness
b = leg length

     mitre                                  deep

pada gambar diatas itu menggunakan standard ISO  2553/EN 22553, jika menggunakan BS499 Pt 2, maka notasi “z” akan diubah menjadi “b”. Pemberian ukuran dengan notasi ini biasanya sering digunakan di Inggris. contoh untuk kedua standard:

fig1
Groove Welds
Jika Fillet Weld adalah pengelasan dua part yang memiliki sudut dan bertemu satu sama lainnya. Groove Weld dapat dikatakan pengelasan dua part, dimana antara kedua part tersebut memiliki jarak tertentu yang terbuka (gap). contoh :

a4a87-groove-welds


Pemberian. ukuran pada groove weld tergantung pada penetrasi dari pengelasan, bukan tebal pelat yang dilas. contoh pemberian simbol pada pengelasan bevel groove weld.

Be A Writer/Day 19

TOLERANSI

Pada Gambar Teknik, kita mengenal  ada beberapa 2 macam toleransi, antara lain

1. Toleransi bentuk dan Posisi

Yang dimaksudkan dengan toleransi bentuk dan posisi  adalah, batasan-batasan penyimpangan bentuk atau posisi benda kerja yang diizinkan

2. Toleransi ukuran.

Yang dimaksud dengan toleransi ukuran adalah batasan-batasan penyimpangan ukuran yang diperbolehkan pada suatu benda kerja.

Pada artikel ini kita hanya akan membahas Toleransi ukuran, yang memang banyak kita lihat dan kita pakai sehari-hari. Toleransi ukuran terbagi lagi atas beberapa jenis:

  • Toleransi Umum
  • Toleransi Khusus
  • Toleransi Suaian

Toleransi Umum

Toleransi umum, adalah besaran angka toleransi yang berlaku untuk semua ukuran yang terdapat pada gambar, kecuali ukuran-ukuran yang telah dicantumi angka toleransi secara khusus. Dengan kata lain, ukuran yang tidak diikuti oleh harga toleransi berarti mengikuti harg atoleransi umum yang berlaku.

Contoh :

Gambar 25. Contoh toleransi umum

Toleransi Khusus

Toleransi khusus adalah toleransi di luar angka toleransi umum, dan diletakkan langsung setelah angka nominalnya.

Gambar 26. Contoh toleransi khusus

Toleransi Suaian

Biasanya toleransi suaian dipakai pada benda kerja yang berpasangan, seperti misalnya Poros dan As. Untuk toleransi ini biasanya menggunakan symbol Huruf, untuk lubang biasanya menggunakan huruf Kapital / Huruf besar, sedangkan untuk poros menggunakan huruf kecil.

Untuk mudahnya, toleransi suaian ini kita jelaskan dengan mengaplikasikannya pada bentuk lubang dan poros yang berpasangan satu sama lain. Harga toleransi suaian yang dicantumkan menentukan keadaan kelonggaran antara lubang dan poros tersebut. Keadaan suaian dibagi menjadi 3 jenis :

  • Suaian longgar (clearance fit)

Harga toleransi  yang menghasilkan keadaan longgar antara lubang dan poros

  • Suaian luncur (sliding fit)

Harga toleransi yang menghasilkan keadaan luncur/halus antara lubang dan poros.m Pada keadaan           ini, antara poros dan lubang nyaris tanpa kelonggaran, gap yang tercipta antara lubang dan poros        berkisar antara 0.002-0.02mm (tergantung dari ukuran nominal lubang-poros).

  • Suaian sesak (interference fit)

Harga toleransi yang meghasilkan keadaan sesak antara lubang dan poros. Pada keadaan ini ukuran poros lebih besar daripada ukuran lubang, yang memerlukan usaha tersendiri untuk memasang poros ke lubang tersebut (menggunakan tenaga manusia dibantu alat ketok, menggunakan mesin press, menggunakan metoda pemanasan lubang, dsb).

Ukuran yang menggunakan harga toleransi suaian mencantumkan angka nominal, simbol toleransi dan angka toleransinya yang ditulis di dalam kurung (angka ini dituliskan hanya apabila diperlukan, misalnya pihak pengguna gambar tidak memiliki table standar suaian ISO).

Khusus pada gambar susunan, angka nominal dari benda harus mencantumkan harga toleransi untuk kedua  benda, lubang maupun poros.

Gambar 27. Contoh penulisan angka toleransi

 

Be A Writer/Day 18

PENUNJUKKAN UKURAN

Poin yang akan dipelajasi pada pokok bahasan ini antara lain :

  1. Jenis ukuran (berdasarkan obyek yang di beri ukuran)
  2. Datum
  3. Peraturan-peraturan dalam memberikan ukuran

Untuk memudahkan pemahaman, jenis ukuran dibagi dua, yaitu ukuran bentuk dan ukuran posisi.

Ukuran bentuk yaitu ukuran yang menunjukkan panjang dan lebar suatu obyek, termasuk di dalamnya ukuran diameter, radius, dan lain-lain. Sedangkan ukuran posisi adalah ukuran yang menunjukkan jarak obyek tersebut dari suatu bidan referensi tertentu (datum). Contoh ukuran bentuk : Obyek kotak segi empat akan memiliki ukuran bentuk panjang dan lebar, lingkaran akan memiliki ukuran bentuk diameter atau radius, segitiga akan memiliki ukuran bentuk panjang dan tinggi atau panjang dan sudut, dan lain-lain.

Gambar 21. Contoh ukuran bentuk

Untuk memberikan ukuran posisi kita harus menentukan posisi datum terlebih dahulu. Datum adalah bidang referensi. Datum ini bisa berupa titik sudut, garis, ataupun bidang pada suatu benda. Penentuan datum ini didasarkan oleh hal-hal berikut ini :

  1. Fungsi dari benda
  2. Kemudahan pengerjaan
  3. Kemudahan perakitan

Gambar 22. Contoh Datum

Aturan-aturan dalam pemberian ukuran :

  1. Ukuran harus cukup jelas untuk bisa dibaca dengan mudah
  2. Hindari pemberian ukuran ganda
  3. Usahakan untuk menempatkan ukuran diluar area benda
  4. Pastikan angka ukuran dan garis panahnya tidak ditabrak oleh garis yang lain

Gambar 23. Contoh cara penunjukkan ukuran yang benar

Hal penting yang lain dalam penunjukkan ukuran adalah penyederhanaan ukuran, artinya penunjukkan ukuran dibuat sedemikian rupa hingga tidak memakan banyak area gambar yang berarti membuat gambar menjadi lebih lapang dan mudah dibaca. Selain itu dengan efisiensi ukuran, gambar benda yang ditampilkan bisa lebih besar (skala), dan pembacaan akan lebih mudah. Penyederhanaan boleh dilakukan dengan tanpa mengurangi fungsi dari ukuran itu sendiri.

Di bawah ini adalah contoh bentuk-bentuk penyederhanaan ukuran yang distandardkan oleh ISO.

Gambar 24. Contoh gambar penyederhanaan ukuran

 

Be A Writer/Day 17

GAMBAR POTONGAN

Tidak jarang ditemui benda-benda dengan rongga–rongga didalamnya. Untuk menggambarkan bagian–bagian ini dipergunakan garis gores, yang menyatakan garis–garis tersembunyi. Jika hal ini dilaksanakan secara taat asas, maka akan dihasilkan sebuah gambar yang rumit sekali dan susah dimengerti. Bayangkan saja jika sebuah lemari roda gigi harus digambar secara lengkap! Untuk mendapatkan gambaran dari bagian–bagian yang tersembunyi ini, bagian yang menutupi dibuang. Gambar demikian disebut gambar potongan, atau disingkat dengan potongan.

Gambar pada gambar 16a memperlihatkan sebuah benda dengan bagian yang tidak kelihatan. Bagian ini dapat dinyatakan dengan garis gores. Jika benda ini dipotong, maka bentuk dalamnya akan lebih jelas lagi. Gambar 16b memperlihatkan cara memotongnya, dan gambar 16c sisa bagian depan setelah bagian yang menutupi disingkirkan. Gambar sisa ini diproyeksikan ke bidang potong, dan hasilnya disebut potongan (gambar 16d. Gambarnya diselesaikan dengan garis tebal.

Dalam hal–hal tertentu bagian–bagian yang terletak di belakang potongan ini, tidak perlu digambar. Hanya jika bagian ini diperlukan,  maka bagian di belakang potongan ini digambar dengan garis gores.

Gambar 16. Penjelasan Mengenai Potongan

Cara–Cara Membuat Potongan

Potongan Dalam Satu Bidang

(1) Potongan Oleh Bidang Potong Melalui Garis Sumbu Dasar

Jika bidang potongan melalui garis sumbu dasar, pada umumnya garis potongnya dan tanda tandanya tidak perlu dijelaskan pada gambar. Foto demikian disebut potongan utama (gambar 17a)

(2) Potongan Yang Tidak Melalui Garis Sumbu Dasar

Jika diperlukan potongan yang tidak melalui sumbu dasar, letak bidang potongnya harus dijelaskan pada garis potongnya (gambar 17b).

Gambar 17a                                                                                      Gambar 17b

Potongan melalui garis sumbu dasar                                          Potongan tidak melalui garis sumbu dasar

 

Potongan Oleh lebih dari satu bidang

(1)   Potongan Meloncat

Untuk menyederhanakan gambar dan penghematan waktu, potongan–potongan dalam beberapa bidang sejajar dapat disatukan. Pada gambar 18a diperlihatkan sebuah benda yang dipotong menurut garis potong A-A. sebenarnya bidang potongannya terdiri atas dua bidang, yang dalam hal ini akan disatukan. Potongan demikian dinamakan potongan meloncat.

(2)   Potongan oleh dua bidang berpotongan

Bagian – bagian simetrik dapat digambar pada dua bidang potong yang saling berpotongan. Satu bidang potong merupakan potongan utama, sedangkan bidang yang lain menyudut dengan bidang pertama. Proyeksi pada bidang terakhir ini, setelah diselesaikan menurut aturan-aturan yang berlaku, diputar hingga berhimpit pada bidang proyeksi pertama. Gambar 18b menunjukkan bagaimana caranya membuat gambar potongan demikian.

(3)   Potongan pada bidang berdampingan

Potongan pada pipa berbentuk seperti gambar 18c dapat dibuat dengan bidang–bidang yang berdampingan melalui garis sumbunya.

          gambar 18a                                  gambar 18b                                       gambar 18c

Pot. meloncat                   Pot.  dua bidang menyudut           Pot. bidang berdampingan

Potongan Separuh

Bagian–bagian simetrik dapat digambar setengahnya sebagai gambar potongan dan setengahnya lagi sebagai pandangan (gambar 19). Dalam gambar ini garis–garis yang tersembunyi tidak perlu digambar dengan garis gores lagi. Karena sudah jelas pada gambar potongan.

Gambar 19. Potongan separuh

Potongan Setempat

Kadang–kadang diperlukan gambaran dari bagian kecil saja dari benda yang tersembunyi, misalnya benda pada gambar 20a. Gambar–gambar 20b dan 20c  memperlihatkan gambar  yang dipotong setempat dan potongan penuh. Potongan setempat juga dilakukan pada bagian–bagian yang tidak boleh dipotong (gambar 20d).

gambar 20a                                                                          gambar 20b

gambar 20c.  Potongan penuh                                                         gambar 20d

Bagian-bagian yang tidak boleh dipotong

Ada beberapa jenis benda yang tidak diperboleh kan untuk dipotong, yaitu :

Baut, Paku keling, pasak, poros, sirip penguat, tidak boleh dipotong simbol memanjang.

Arsir

Untuk membedakan gambar potongan dari gambar pandangan, dipergunakan arsir, yaitu garis tipis miring.

Kemiringan garis arsir adalah 45° terhadap garis sumbu, atau terhadap garis gambar. Arsiran dari 2 bagian yang berbeda dan berimpit harus dibedakan pitch-nya.

 

Be A Writer/Day 16